Hasil
pengukuran intensitas menunjukkan bahwa penutur bahasa Batak Toba di daerah
Toba dan Silindung berbicara dengan intensitas rata-rata
melebihi
ukuran intensitas suara berujar normal.
Penutur dari
dua daerah lainnya juga memiliki
intensitas
suara yang tinggi namun masih berada
dalam ambang
intensitas berujar normal.
Hasil
penelitian terhadap persepsi menunjukkan, antara lain bahwa adanya kontradiksi
antara persepsi informan di daerah Silindung dan Toba dengan Humbang dan Samosir.
Di mana yang
pertama memandang intensitas suara sampel cenderung sopan, sedangkan yang kedua
umumnya memandang hal itu cenderung tidak sopan.
Melalui
wawancara ditemukan bahwa ketinggian intensitas suara mengindikasikan jarak kekerabatan
yang dekat antar partisipan percakapan (teori solidaritas).
Di sisi
lain, berbicara dengan suara yang kuat juga dapat dianggap tidak santun di mana
seorang penutur tidak mengakui kesenjangan kekuasaan dalam hubungan kekuasaan yang
ada dengan lawan bicaranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar