Selasa, 16 Juni 2015

Persepsi tentang daerah batak toba



Hasil pengukuran intensitas menunjukkan bahwa penutur bahasa Batak Toba di daerah Toba dan Silindung berbicara dengan intensitas rata-rata
melebihi ukuran intensitas suara berujar normal.

Penutur dari dua daerah lainnya juga memiliki
intensitas suara yang tinggi namun masih berada
dalam ambang intensitas berujar normal.

Hasil penelitian terhadap persepsi menunjukkan, antara lain bahwa adanya kontradiksi antara persepsi informan di daerah Silindung dan Toba dengan Humbang dan Samosir.

Di mana yang pertama memandang intensitas suara sampel cenderung sopan, sedangkan yang kedua umumnya memandang hal itu cenderung tidak sopan.
Melalui wawancara ditemukan bahwa ketinggian intensitas suara mengindikasikan jarak kekerabatan yang dekat antar partisipan percakapan (teori solidaritas).

Di sisi lain, berbicara dengan suara yang kuat juga dapat dianggap tidak santun di mana seorang penutur tidak mengakui kesenjangan kekuasaan dalam hubungan kekuasaan yang ada dengan lawan bicaranya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar