Selasa, 16 Juni 2015

Persepsi Film "THE TERMINAL"



Viktor Navorski, seorang warga negara Krakozhia tiba di Bandara Udara Internasional di New York City, kebetulan selama penerbangan pemerintahan negaranya digulingkan oleh pemberontak, menolak paspornya dan membiarkannya terperangkap. Hingga sembilan bulan berikutnya, Viktor terpaksa tinggal di bangunan terminal, karena tidak diperbolehkan menginjakkan kakinya di Amerika Serikat ataupun pulang. Sebenarnya Viktor pergi karena ingin mewujudkan impian ayahnya yang sangat memfavoritkan musik jazz, semua pemain musik jazz telah ada tanda tangan lalu dimasukkan pada kaleng kacang, satu lagi pemain musik jazz yang belum ada tanda tangannya yaitu Benny Golson, tetapi ayahnya sudah tiada, akhirnya Viktor ingin mewujudkannya dengan pergi untuk bertemu Benny Golson. Pada mulanya, Viktor merasa bahwa keputusan tersebut sangat merugikan, karena durasi visanya yang tidak lama sedangkan usia ayahnya sudah diambang batas. Negosiasi dengan pihak imigrasi juga ditolak, membuat Viktor harus menerima kenyataan bahwa dirinya telah terdampar di negara yang dianggap sebagai pusat demokrasi dunia. Kondisi tidak mengenakkan inilah yang mengawali alur cerita The Terminal menjadi lebih hangat. Tingkah polah Viktor mengisi waktu ‘terdampar’ membuat cerita film menjadi semakin menarik.
Kepolosan Viktor dalam memandang suatu hal membuat dirinya dinilai unik menurut orang-orang di sekelilingnya. Sering melakukan tindakan yang dianggap konyol membuat dirinya mudah dikenal oleh lingkungan sekitar gudang. Keunikan sosok Viktor inilah membuat seluruh karyawan dan pekerja di lingkungan bandara mudah mengenalnya, terutama sebagai sosok yang penuh dedikasi. Viktor dikerjai juga oleh para pekerja di bandara karena tingkahnya yang aneh, dan tidak dapat berbahasa inggris dengan baik, dengan tingkahnya yang semakin lama semakin baik dalam menolong orang, orang-orang pun jadi suka terhadapnya, hingga ia bisa dibantu untuk bisa pergi dan mendapat tanda tangan dari Benny Golson salah satu pemain musik jazz favorit ayah Viktor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar