Selasa, 19 Mei 2015

karakteristik tentang tokoh yang saya dalami

Samuel Wattimena: Kita Hidup Hanya untuk Bahagia

Megawali karir sejak masih duduk di bangku SMA sekitar tahun 1979, mengantar seorang Samuel Wattimena menjadi salah satu designer professional di Indonesia. Karya-karyanya pun telah mengantarkan banyak penyanyi Indonesia menjuarai berbagai festival baik nasional dan internasional.

Sebut saja di tahun 1980an ia pernah menangani penyanyi seperti Rafika Duri, Harvey Malaiholo, Likes Sister, Andi Meriam Mattalata, Broery Pesolima, Vina Panduwinata,Grace Simmon, Hetty Koes Endang Kemudian di era 90-an ada Ruth Sahanaya,AB Three dan masih banyak lagi. Bahkan untuk saat ini, Bung Sammy sapaan akrab Samuel Wattimena, masih dipercaya menangani group D’Masiv untuk image barunya.

“Sejak tahun 1980 sampai dengan Tahun 90’an, setiap tahun saya menangani berbagi festival music sebagai orang yang mendandani kostum mereka, jadi pada saat itu sempat ada fenomena kalau mau ikut festival pop song yang dandanin saya pasti jadi pemenang, “ tutur Sammy.

Terlahir dari keluarga sederhana menempa seorang Sammy menjadi sosok yang mandiri. Bungsu dari 5 bersaudara ini mengaku tak pernah mendapatkan uang jajan. Untuk mendapatkan uang jajan dari sang ayah yang kebetulan menjadi bendahara RT, Sammy harus membantu sang ayah menjalanin iuran RT. “Warisan terbesar yang diberikan oleh keluarga saya adalah karakter. Jadi, walaupun kami dari keluarga menengah ke bawah kami tidak pernah kehilangan rasa syukur dan bahagia,” kata Sammy.

Sammy sangat bersyukur sejak berkarir selalu berhubungan dengan orang top di bidangnya. Mulai dari penyanyi, bintang film ,teater, sutradara hampir semua pernah didandani olehnya. “Jadi, saya itu banyak mendapatkan pelajaran dan pengalaman secara otodidak. Jadi kalau ditanya siapa yang menginsprirasi saya, ya tidak ada,”.

Pekerjaan sang Mamy sebagai seorang yang memandikan jenazah, menjadikan Sammy memandang kehidupan ini biasa-biasa saja. Kehidupan mau di atas dan di bawah menurutnya sama saja. Penerima upakarti tahun 1990 dan penghargaan seni tahun 2012 ini memandang bahwa kehidupan ini hanyalah sebuah perjalanan. “Tuhan menginginkan setiap umatnya hanya untuk berbahagia dalam hidup. Jadi kalau saya ini orangtua, kita cuma disuruh main saja kok dalam hidup.Kita hidup dalam present time, jadi syukuri saja present (pemberian) itu,” ungkapnya.

Fenomena munculnya designer-designer muda di tanah air, dipandang Sammy sebagai sebuah hal yang wajar dan pasti akan terjadi. Perkembangan mode di tanah air sangat bagus dalam arti kreatifitas dan bakat. Sammy berharap, para designer-designer muda ini dapat lebih peduli akan kekayaan tanah air khususnya terhadap kain-kain tradisonal. “kepedulian terhadap kain tradisonal sangat meningkat, meski masih dalam batasan euphoria, belum banyak yang menyadari benar akan potensi dari kain-kain yang ada, dan belum sadar bahwa unsure budaya kita adalah pertahanan terbesar di Negara ini, “ tuturnya.

Sejak lima tahun terakhir ini, Sammy focus memproduksi baju-baju pria ready to wear. Tentu saja tanpa menghilangkan ciri khas Sammy yakni menggunakan kain-kain tradisional dalam setiap design yang dibuatnya. Sebagai seorang designer Sammy memandang bahwa pakaian adalah sebuah identitas. Bukan sekedar untuk menutupi tubuh. “Kalau identitas kita dipahami bangsa asing, mereka akan respect. Tapi kalau kita melayani bangsa asing, kita akan selalu dianggap pembantu,” tuturnya. Untuk itulah Sammy selalu menekankan akan pentingnya sebuah eksklusifitas dari sebuah produk, khususnya kain. Harapannya, para designer tidak hanya berorientasi pada dagang. “Pahami kekayaan kita, cari tahu,pelajari dan pahami,lalu eksekusi dalam produksi masing-masing, karena itu adalah modal,”pungkas Sammy.
Saya menganalisa tokoh yang saya dalami ini, Samuel Wattimena atau sering dipanggil Sammy ini adalah seorang yang takut akan Tuhan, dia jalani semua yang ada di kehidupannya sesuai dengan apa adanya saja, dan dia membuat dirinya sendiri maju seperti apa yang ia sukai, hingga ia bisa menjadi seorang designer terkenal, walau ia tak ada yang menginspirasi tetapi ia bisa mengkreatifitaskan hal-hal dan karya-karya baru lainnya yang bisa ia buat sendiri, dan nyatanya banyak artis-artis yang mau ditangani oleh Samuel Wattimena.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar