Sistem Komunikasi Intrapersonal adalah proses menerima, mengolah, menyimpan dan menghasilkan kembali. meliputi sensasi : awal proses menangkap stimuli, elementer dan segera tanpa uraian verbal.
persepsi : penafsiran dan pemberian makna terhadap stimuli.
atensi = perhatian.
Faktor Internal : motiv (biologis & psikologis), set (sosio psikologis).
Faktor Eksternal : ukuran, intensitas, kontras, gerakan, novelty (suka dengan yang unik), perulangan.
perekaman (encoding)
penyimpanan (storage)
pemanggilan (retrieval)
Metode Retrieval
pengingatan (recall) : proses aktif menghasilkan informasi.
pengenalan (recognition) : lebih mudah dari pada mengingat
belajar lagi (relearning) : mengulang
re-integration : merekonstruksi dari satu petunjuk kecil
Menyesuaikan diri di dunia nyata terbagi atas :
berpikir deduktif : umum ke khusus
berpikir induktif : khusus ke umum
berpikir evaluatif : kritis, baik-buruk, tepat-tidak tepat, dll
Proses pembentukan kesan : stereotyping
Implict personal theory'
Atribusi adalah proses menyimpulkan motif, maksud dari karakteristik orang lain dengan melihat.
Pengaruh konsep diri pada komunikasi interpersonal
1. nubuat yang dipenuhi diri sendiri
-kecenderungan untuk bertingkah laku sesuai dengan konsep diri
-sukses komunikasi interpersonal banyak bergantung pada kualitas konsep diri positif atau negatif
2. membuka diri
-dengan membuka diri kepada orang lain, meningkatkan pengetahuan tentang diri kita.
Senin, 02 November 2015
Kamis, 25 Juni 2015
Makalah tentang Comparative Brand KFC vs CFC
I. Latar Belakang
Memilih Brand KFC, Pertumbuhan usaha warabala
(franchise) kini semakin berkembang di Indonesia. Keberadaan warabala yang
semakin marak beberapa tahun terakhir
ini tidak mungkin dihindari lagi. Warabala merupakan strategi yang
efektif untuk mengembangkan jaringan bisnis dengan tidak menghilangkan karakter
perusahaan yang sudah menjadi ciri khas warabala yang bersangkutan. Pelaku
usaha harus memiliki strategi untuk tetap berdaya saing dalam lingkungan
persaingan bisnis yang semakin ketat dan kondisi siklus produk yang pendek.
Perubahan yang paling jelas terlihat adalah
timbulnya persaingan bisnis yang semakin tajam. Hal ini ditandai dengan
berdirinya usaha-usaha baru yang bergerak dibidang penyediaan pangan. Selain
timbulnya persaingan bisnis yang tinggi, pola pikir dan perilaku masyarakat
juga mengalami kemajuan. Perkembangan pola pikir tersebut, misalnya masyarakat
lebih tertarik untuk memilih tempat makan yang menyediakan layanan cepat saji
(fast food) karena masyarakat cenderung disibukkan dengan berbagai aktivitas.
Sehingga mereka memilih tempat makan yang menyediakan layanan cepat saji
seperti Mc Donald, KFC, Texas, A&W, Restaurant dan sebagainya. Perusahaan
cepat saji ini selalu berkembang pesat setiap tahunnya dengan jumlah pelanggan
yang semakin banyak. Perkembangan usaha tersebut mendorong perusahaan untuk melakukan kerjasama
dengan perusahaan lain yang saling mendukung. Kerjasama yang dilakukan bisa
berupa modal, merek, produk dan sebagainya. KFC telah menjadi brand hidangan
cepat saji yang paling dominan, dan dikenal luas sebagai jaringan restoran
cepat saji di negeri ini. Produk unggulan KFC berkualitas tinggi ini dapat
diterima baik di Indonesia, sebuah negara dengan konsumsi daging ayam jauh
lebih tinggi daripada daging jenis lain. Selain menyajikan produk unggulannya,
KFC juga memenuhi selera konsumen lokal dengan menawarkan menu pilihan seperti
Perkedel, Nasi, Salad, Jagung, dan lainnya seperti Crispy Strips, Twister, dan
Spaghetti yang diterima dengan sangat baik oleh pasar.
II. Pembahasan
KFC : Kentucky Fried Chicken. Kalau menurut saya KFC
itu ayamnya lebih
besar dan enak, dan menurut saya lebih brand KFC daripada CFC, karena
duluan keluar, juga karena lebih banyak varian-varian dari eskrimnya,
cream soup, minuman floatnya yang murah / menu goceng, atau paketan
murah buat sekeluarga, itu membuat terutama anak muda lebih mudah
menjangkau dan menikmatinya.
CFC : California Fried Chicken. Kalau menurut saya
CFC itu ayamnya enak
juga tapi tidak terlalu besar dan warnanya agak berbeda, juga kalau
selesai makan serasa ditenggorokan seperti ada tepungnya yang tersisa
dilidah dan rasanya jadi ga nyaman. CFC harganya lumayan mahal dari
KFC
dan tidak banyak varian-varian, menu makanan / paket seperti
KFC, jadi tidak terlalu ramai juga pengunjungnya.
III. Analisis
Analisa saya kebanyakan orang berkata lebih menyukai
KFC kebanding CFC, walaupun sama-sama menjual makan saji dengan ayam fried
chicken, tapi orang lebih dominan menyukai yang disajikan oleh KFC, memang KFC
terjangkau, enak, cepat saji, ramai, ditemukan dimanapun juga gampang. Mungkin
untuk CFC bisa lebih mengembangkan kretifitas yang lebih, varian baru yang
berbeda dari KFC, agar masyarakat bisa juga menyukai CFC dan harganya bisa
dibuat lebih terjangkau bagi anak sekolahan / belum bekerja, tetapi jangan
plagiat dari KFC nya.
IV. Kesimpulan
Menurut saya kesimpulan brand yang baik sepertinya
apanya, yaitu seperti yang selalu mengeluarkan kreatifitas-kreatifitas dalam
segi kualitasnya, rasanya, tampilannya, juga dengan adanya suatu hadiah dalam
pembelian apa atau apapun itu yang dapat membuat orang makin penasaran, makin
ingin mencoba hal barunya, makin menyukai, apalagi dengan harga yang
terjangkau, juga dengan adanya pelayanan yang selalu baik, ramah, sopan, dan
nyaman bagi orang-orang, membuat semakin banyak orang yang menganggumi, dengan
tidak kehabisan ide dengan hal baru apa selanjutnya, orang pun makin tidak bisa
melirik yang lainnya.
Selasa, 16 Juni 2015
Persepsi Film "THE TERMINAL"
Viktor
Navorski, seorang warga negara Krakozhia tiba di Bandara Udara Internasional di
New York City, kebetulan selama penerbangan pemerintahan negaranya digulingkan
oleh pemberontak, menolak paspornya dan membiarkannya terperangkap. Hingga
sembilan bulan berikutnya, Viktor terpaksa tinggal di bangunan terminal, karena
tidak diperbolehkan menginjakkan kakinya di Amerika Serikat ataupun pulang. Sebenarnya
Viktor pergi karena ingin mewujudkan impian ayahnya yang sangat memfavoritkan
musik jazz, semua pemain musik jazz telah ada tanda tangan lalu dimasukkan pada
kaleng kacang, satu lagi pemain musik jazz yang belum ada tanda tangannya yaitu
Benny Golson, tetapi ayahnya sudah tiada, akhirnya Viktor ingin mewujudkannya
dengan pergi untuk bertemu Benny Golson. Pada mulanya, Viktor merasa bahwa
keputusan tersebut sangat merugikan, karena durasi visanya yang tidak lama
sedangkan usia ayahnya sudah diambang batas. Negosiasi dengan pihak imigrasi
juga ditolak, membuat Viktor harus menerima kenyataan bahwa dirinya telah
terdampar di negara yang dianggap sebagai pusat demokrasi dunia. Kondisi tidak
mengenakkan inilah yang mengawali alur cerita The Terminal menjadi lebih
hangat. Tingkah polah Viktor mengisi waktu ‘terdampar’ membuat cerita film
menjadi semakin menarik.
Kepolosan
Viktor dalam memandang suatu hal membuat dirinya dinilai unik menurut
orang-orang di sekelilingnya. Sering melakukan tindakan yang dianggap konyol
membuat dirinya mudah dikenal oleh lingkungan sekitar gudang. Keunikan sosok
Viktor inilah membuat seluruh karyawan dan pekerja di lingkungan bandara mudah
mengenalnya, terutama sebagai sosok yang penuh dedikasi. Viktor dikerjai juga
oleh para pekerja di bandara karena tingkahnya yang aneh, dan tidak dapat
berbahasa inggris dengan baik, dengan tingkahnya yang semakin lama semakin baik
dalam menolong orang, orang-orang pun jadi suka terhadapnya, hingga ia bisa
dibantu untuk bisa pergi dan mendapat tanda tangan dari Benny Golson salah satu
pemain musik jazz favorit ayah Viktor.
Persepsi tentang daerah batak toba
Hasil
pengukuran intensitas menunjukkan bahwa penutur bahasa Batak Toba di daerah
Toba dan Silindung berbicara dengan intensitas rata-rata
melebihi
ukuran intensitas suara berujar normal.
Penutur dari
dua daerah lainnya juga memiliki
intensitas
suara yang tinggi namun masih berada
dalam ambang
intensitas berujar normal.
Hasil
penelitian terhadap persepsi menunjukkan, antara lain bahwa adanya kontradiksi
antara persepsi informan di daerah Silindung dan Toba dengan Humbang dan Samosir.
Di mana yang
pertama memandang intensitas suara sampel cenderung sopan, sedangkan yang kedua
umumnya memandang hal itu cenderung tidak sopan.
Melalui
wawancara ditemukan bahwa ketinggian intensitas suara mengindikasikan jarak kekerabatan
yang dekat antar partisipan percakapan (teori solidaritas).
Di sisi
lain, berbicara dengan suara yang kuat juga dapat dianggap tidak santun di mana
seorang penutur tidak mengakui kesenjangan kekuasaan dalam hubungan kekuasaan yang
ada dengan lawan bicaranya.
Langganan:
Komentar (Atom)